BANDUNG NEWS — Usai merampungkan kunjungan kenegaraannya ke Rusia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan agenda ke Prancis, Selasa (14/4).
"Presiden melanjutkan agenda lawatan ke Prancis dan bertemu dengan Presiden Republik Prancis, Yang Mulia Emmanuel Macron,” dikutip dari Instagram @prabowo.
Prabowo bertemu Macron di Istana Élysée, Paris. Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Macron membahas seputar penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor prioritas yang akan menguntungkan kedua negara.
“Termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif,” kutip @prabowo.
Pemerintah Indonesia memandang Prancis sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Eropa dalam pengembangan kerja sama bilateral yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eropa, Indonesia terus mendorong kerja sama berkelanjutan dengan Prancis guna membuka peluang kolaborasi baru yang semakin konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara."
Prabowo tiba di Paris pada Senin (13/4) pukul 23.50 waktu setempat (04.50 WIB), setelah menuntaskan agenda diplomatik penting di Moskow, Rusia.
Kedatangan Prabowo di ibu kota Prancis tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian diplomasi strategis Indonesia di Eropa, setelah sebelumnya melaksanakan pertemuan bilateral intensif dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 1 Ciemas Dihentikan Sementara, Guru Tersinggung Isu Tak Berdasar
Survei LSI: 73,9 Persen Publik Nilai Indonesia Demokratis
Dedi Mulyadi Tanggapi Tantangan Wagub Kalbar, Tegaskan Tak Ingin Bandingkan Daerah
5 Bukti Pasar Saham RI Kini Makin Transparan, Apa Saja?
Dedi Mulyadi Siapkan SE Pernikahan Sederhana, Ajak Gen Z Utamakan Makna daripada Gengsi
MUI Kabupaten Sukabumi Tegaskan Pembangunan Gedung Tidak Mangkrak, Segel Akan Dibuka Usai Ada Kesepakatan
Skandal Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi: Potensi Denda Rp26 Triliun Menanti Jika Dugaan 'Cacat Hukum' Terbongkar
Kinerja Disebut Brutal, SDR Desak Presiden Copot Kepala BGN
Saat Bertemu Prabowo, Putin Nyatakan Rusia Terbuka Kerja Sama Berbagai Bidang dari Energi hingga Militer
Airlangga: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Gelojak Global, Jauh Beda dari Tahun 1998